Pesona Bawah Laut Pulau Manado Tua

Pulau Manado Tua

Pulau Manado Tua adalah salah satu  gugusan pulau yang membentuk Taman Nasional Bunaken. Tentang keindahan alamnya pulau ini tidak diragukan lagi, apalagi keindahan di bawah lautnya. Selain itu juga di pulau ini Kita bisa menikmati beragam wisata alam yang lainnya seperti trekking menuju puncak Bowon Tehung.

Asal Muasal Pulau Manado Tua

Orang yang menetap di pulau yang saat ini dikenal dengan nama Manado Tua itu disebut dengan nama “Mana’undou.” Namun kata Mana’undou ini sendiri diberikan oleh warga negara Eropa disebut “Manadu”.

Kata “Tua” yang telah ditambahkan di belakang kata Manado yang menjadi Manado Tua  itu karena Manado Tua terjadi setelah sebagian penduduk yang Ada di Manado Tua pada sekitar tahun 1523 telah berpindah ke Wenangannya (sekarang Manado).

Manado Tua termasuk kedalam wilayah turoterial kecamatan Bunaken Kepulauan yang terdiri dari dua buah kelurahan, yaitu kelurahan Manado Tua Dua dan Manado Tua Satu. Penduduk di sini keseluruhan atau 100 persen memeluk agama Kristen.

Pada tahun 1541, Nicolas Desliens telah mencantumkan nama Manado pada peta kelautannya itu sebagai sebuah pulau yang terletak di ujung utara pulau Celebes (Sulawesi), yaitu pulau yang dikenal sekarang ini dengan nama Manado Tua.

Pulau Manado Tua secara geografi terletak di sebelah barat pulau Bunaken. Berbentuk gunung yang menjulang setinggi 655 meter di atas permukaan laut. Di puncaknya terdapat gunung yang tidak berapi.

Akan tetapi di dasarnya berdasarkan para juru selam pada daya sekeliling 150 kaki ada gunung berkobar yang melontarkan gelembung-gelembung udara serta karang ladu yang selalu dihiasi sebanyak hiu berdimensi besar.

Jika Anda hendak kesini sebetulnya cukup mudah. Gunakan saja jasa sewa mobil manado yang harganya relative terjangkau. Karna para drivernya cukup paham mengarahkan Anda ke pulau Manado Tua ini.

Masyarakat yang berumah di pulau Manado berumur pertama kali sudah tewas dampak penyakit serta lainnya alih ke darat kota Manado. Dalam kemajuan berikutnya, masyarakat dari Sangihe berumah di pulau darmawisata ini. keadaan ini diperkuat oleh Nicolas Graafland di dalam buku yang berjudul “Minahasa era kemudian serta era saat ini, ” alih bahasa Joost Kulit ditulis kalau masyarakat Manado berumur ialah orang Sangihe.

Pulau Manado Tua

Keindahan Karang di Pulau Manado Tua

Komponen pantainya dikelilingi karang yang terlenggek nyaris berdiri lurus atas dasaran laut hingga daya 60 m. Karang itu membangun satu buah ceruk minim sebelum beres di pucuk yang tidak terbatas dalamnya.

Di dasar lautnya ada bunga-bunga karang yang menjulang dari lokasi laten. Karang-karang hitam serta bunga karang yang pancarona melingkupi gua-gua minim. Terumbu karangnya yang setidaknya menjendul ada di sepanjang perbatasan sisi timur yang berkunjung laut Sulawesi; di dalamnya mengabadikan gabungan ikan rama-rama serta ikan kelelawar.

Kegiatan wisata yang dapat dilakukan di pulau yang biota lautnya muncul sekitar bulan Agustus dan September ini antara lain berkeliling (sigtseeing)  menikmati keindahan taman lautnya dengan perahu berdasar kaca (katamaran), snorkeling (berenang memakai alat pernapasan), menyelam (diving), foto bawah laut (photography underwater), rekreasi air seperti olah raga air dengan berperahu layar (boat sailing), ski dan jet ski; menikmati pemandangan dan panorama alam dengan cara mandi matahari (sunbathing), tamasya pantai, jogging (lari pagi/sore), bersepeda santai dan sepeda gunung, lintas alam (hiking), berkemah, menikmati sunset dan mengenal sejarah suku Bowontehu.